Memilih Elektronik Pesawat RC

Informasi berikut ini berguna bagi anda yang memiliki kit pesawat atau merakit pesawat sendiri.

Pertama yang anda harus ketahui sebelum membeli parts elektrik pesawat rc anda adalah mengetahui berat terbang pesawat anda, yang mana dalam artian berat pesawat + asumsi berat elektronik termasuk baterai dan receiver.

Aturan yang kita pakai disini adalah aturan "Watt per Pound" tetapi karena Pound tidak digunakan di Indonesia maka kita akan konversi ke gram, 1 Pound = 453,59gr agar mudah kita anggap 450gr saja, jadi "Watt per 450gr".

Untuk tipe pesawat yang anda rakit lihat kategori dibawah:
 < 50W/450gr          - pesawat kecil dan ringan.
 50 s/d 80 W/450gr   - glider, park flyer dan trainer.
 80 s/d 120 W/450gr  - pada umumnya pesawat warbird semacam P-40, P38, T28, dll.
 120 s/d 180W/450gr  - pesawat aerobatik, F3A, 3D, EDF jet

1. Pemilihan Motor
Seperti yang disebutkan sebelumnya anda harus tahu berat terbang pesawat anda. Ambil contoh misalkan pesawat yang anda rakit memiliki asumsi berat terbang 900gr (sudah termasuk servo, motor, batterai dan receiver) dan masuk kategori trainer semacam cessna 182, maka:

: (Berat Terbang x Kategori Pesawat)/450
: (900x80)/450 = 160 Watt

(nilai 80 didapat dari kategori pesawat yang kita kategorikan trainer, maka kita ambil nilai 80W/450gr)

Jadi dari hasil perhitungan diatas anda perlu motor dengan output minimal 160 Watt.
Ingat! ini adalah nilai output minimal motor, dan agar pesawat anda terbang tidak harus selalu full throttle terus menerus maka nilai watt ini akan kita tambahkan 30-50% dari nilai awal.
= 160watt + (160watt x 50%)
= 240 Watt

Dengan mendapatkan nilai watt sebesar 240 Watt maka kita akan mencari motor yang mendekati nilai watt ini, dalam hal ini kita akan memakai motor D2826-6 2200kv 342 Watt, dengan efisiensi motor 75% maka akan didapat 342 Watt x 75% = 256 Watt.

2. Pemilihan ESC
Pertama kita akan menghitung max current (amp) dari motor D2826-6 2200kv dengan cara berikut ini:
   Amp = Watt / Max Volt + heat lost 10%
Untuk motor D2826-6 2200kv, watt yang tertera di spesifikasi adalah 342 Watt, dengan max volt 11.1V (11.1V didapat karena motor ini digunakan untuk baterai 2-3S yang mana berarti maksimal 3S atau 11.1V), rumusan seperti dibawah ini:
   342watt / 11.1V = 30.811A
   Heat Lost 10% = 30.811 x 10% = 3,081A
   Max Current / Amp Maksimum motor = 30.811 + 3.081 = 33,891 ≈ 34A
Dari nilai diatas maka dapat ditentukan nilai ESC yang akan digunakan dengan menambahkan nilai aman 10-20% dari max current, yakni:
    34A + (34A x 10%) = 37.4A ≈ 40Amp
   Maka yang anda butuhkan adalah ESC dengan nilai 40A

Catatan:
Nilai pada ESC bukanlah nilai yang akan di minta ke baterai, nilai yang tertera pada ESC adalah nilai Ampere yang dapat melalui ESC tersebut, jadi walaupun anda menggunakan ESC 60A tetapi bila motor anda hanya meminta 34A maka permintaan ke baterai hanya 34A bukan 60A, akan sayang rasanya bila anda membeli ESC yang terlalu jauh melebih permintaan motor anda karena sudah pasti akan lebih mahal.

3. Pemilihan Baterai.
Untuk pemilihan baterai yang akan kita gunakan berikut adalah caranya. Sebelumnya pada point "2" kita sudah mengetahui bahwasanya motor D2826-6 2200kv memerlukan 34A pada kondisi maksimum. Untuk perhitungan baterai kita akan coba baterai 3S 2200mah 20C, hitungannya:
   Pertama kita harus konversi milli Ampere hour (mAh) menjadi Ampere hour (Ah) : 2200/1000=2.2Ah
   Amp batterai = 2.2Ah x 20 = 44A
   Dengan hasil diatas kita dapat mengetahui bahwa baterai 3S 2200mAh 20C dapat menyuplai kebutuhan sampai 44A dengan 11.1v dan ini sudah dapat memenuhi kebutuhan dari motor D2826 2200kv yang 34A.
   Bila di baterai tertulis keterangan 20-30C berarti baterai tersebut dapat memberikan Ampere maksimal 2.2Ah x 30C = 66A (5-10detik)

Catatan:
Dari data baterai tersebut akan sayang rasanya bila anda membeli baterai dengan nilai discharge (C) yang terlalu tinggi, karna ini tidak akan memberikan hasil yang berbeda, yang ada malah anda harus membayar mahal plus berat baterai yang bertambah. Tetapi perlu di ingat memilih nilai C yang terlalu rendah juga bisa mengakibatkan kerusakan pada baterai bahkan esc anda.


4. Pemilihan Propeller.
Pemilihan propeller lebih bersifat ke trial n error, itulah mengapa dalam setiap spesifikasi motor akan selalu menyertakan  ukuran propeller yang sesuai dengan motor itu, dalam hal ini motor D2826-6 2200kv dengan konfigurasi 3S akan menggunakan propeller 5x5.

Sedikit Informasi tentang ukuran propeller, 5 x 5 artinya adalah propeller tersebut memiliki diameter 5 inchi atau sekitar 127mm, dan angka 5 di belakangnya artinya propeller ini memerlukan jarak 5 inchi kedepan untuk satu putaran penuh propellernya pada kondisi maksimum.

 

Semoga artikel ini dapat berguna dan membantu bagi anda yang membutuhkannya.


Troli  

Belum ada produk yang dibeli.

Berat :
Ongkos Kirim Rp 0
Total Rp 0

Troli Selesai

Produk Baru

Semua produk baru

Bantuan

User Online

Pengunjung Online: 2
Akses Hari ini: 101
Total Akses: 129876
IP Anda: 54.144.29.233